Skip to main content

Latihan Kader 1 (Basic Training) HMI
Cabang Salatiga Komisariat Karnoto Zarkasyi

     Kamis-Minggu, 26-29 September 2019  HMI Komisariat Karnoto Zarkasyi telah mengadakan Latihan Kader 1 (LK1) bertempat di Pondok Pesantren BUQ Bener Tengaran Kab.Semarang. Kegiatan LK1 ini merupakan momentum Training bagi calon kader tingkat pertama HMI Komisariat Karnoto Zarkasyi, yang dilaksanakan enam bulan sekali dalam satu tahun. Acara ini dihadiri oleh keluarga besar HMI Cabang Salatiga dan HMI Komisariat selingkup Salatiga.
     Peserta LK1 HMI Komisariat Karnoto Zarkasyi berjumlah 47 peserta dengan 34 peserta dinyatakan lulus, 2 dinyatakan lulus bersyarat dan 11 dinyatakan tidak lulus. Afif Munthalib selaku Ketua Umum HMI Komisariat Karnoto Zarkasyi mengaku senang dengan antusias peserta dalam melaksanakan training dan berharap training ini bisa menjadi salah satu ajang dalam rangka memajukan HMI Cabang Salatiga pada umumnya dan HMI Komisariat Karnoto Zarkasyi pada khususnya.
     Dalam proses training, HMI Komisariat Karnoto Zarkasyi mengupayakan training yang berbeda dan tentunya berkualitas. Rika Puspita Sari selaku Koordinator Sie. Acara memaparkan usaha peningkatan kualitas training, mulai rekrutmen melalui online. Pemberian tugas-tugas pra-training, yakni resume tulis tangan tentang HMI dan Kohati, menghafalkan lagu Hymne HMI dan Mars Kohati beserta mencari (menulis) liriknya. Dalam rangka digitalisasi peserta juga mendapatkan tugas membuat twibbon dengan foto masing-masing peserta dan di upload di Instagram. Selain itu pemadatan tugas saat training dan pasca training secara individu dan kelompok juga diberikan. Hal ini merupakan peningkatan daripada tahun sebelumnya.
     Arifin, selaku Ketua Panitia Pelaksana Latihan Kader 1 HMI Komisariat Karnoto Zarkasyi mengaku senang dengan adanya kemajuan pada LK1 kali ini, dan mendorong panitia untuk saling solid dalam kegiatan ini. Ia juga menuturkan pada  peserta bahwa training LK1 ini menjadi awal mereka berkiprah dan berkontribusi di HMI.
     Training ini berjalan dengan lancar, sesuai dengan ekspektasi. HMI Cabang Salatiga Komisariat Karnoto Zarkasyi menyampaikan terimakasih pada seluruh pihak yang turut berpartisipasi dan kontribusi dalam LK1 HMI Komisariat Karnoto Zarkasyi. Keluarga besar HMI Komisariat Karnoto Zarkasyi berharap dapat membimbing para peserta yang lulus Latihan Kader 1 HMI Komisariat Karnoto Zarkasyi untuk meningkatkan kapasitas diri, demi mewujudkan tujuan HMI "Terbinanya insan akademis pencipta pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT". Yakin Usaha Sampai!

    

Comments

Popular posts from this blog

PERAN KOHATI DALAM DINAMIKA KEPEREMPUANAN Oleh Riza Puspita Sari  (Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan)     Berilah aku seribu pemuda maka akan ku guncangkan dunia (Bung KArno). Dapat dipahami bersama bahwa peran pemuda sangat berpengaruh terhadap kemajuan bangsa terutama peran dari mahasiswa di Indonesia. Para mahasiswa milenial dituntut untuk dapat berpikir jangka panjang perihal masa depan bangsa. Sang pendidik bangsa  dituntut untuk dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang bermartabat. Semua itu tidak terlepas dari peran perempuan.    Perempuan adalah tiang negara, bila kaum perempuannya baik (berahlak karimah) maka negaranya baik dan bila perempuannya rusak (amoral) maka rusaklah negara itu (Syair Arab). Hal ini berkenaan sebagaimana peran yang dimiliki perempuan yaitu peran sebagai ibu, anak dan anggota masyarakat. Perempuan sebagai seorang ibu berperan  sebagai madrasah awaliyah seorang anak dimana seorang ibu dituntut untuk da...
Menilai sebelum mencoba? Oleh  Pengurus Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan Terbinanya Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung Jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. (tujuan hmi)  Ayahanda lafran pane(pendiri HMI) pernah berkata” ilmu dan amal kita kerjakan, dunia akhirat kita perjuangkan”, kata kata singkat yang sudah mampu mewakili tujuan hmi.  Sejak berdirinya pada tahun 1947, HMI telah mampu melewati seleksi zaman yang sewaktu waktu bisa melenyapkan kiprahnya di bangsa ini, bagaimana tidak pki yang saat itu jaya, sangat berkeinginan keras untuk memusnahkan hmi, karna di anggap menjadi batu sandungan dalam setiap pergerakannya, namun atas ijin allah swt. Dan kerja keras para pejuang yang hidup di hmi, Semua itu mampu di lewatinya.  Zaman yang terus berjalan mengikuti apa yang telah al qur,an kabarkan, sampailah pada zaman ini, dimana selain kebudayaannya yang ikut berubah, ...