Skip to main content


DISKUSI UMUM HUKUM DAN HAM
“Pemindahan Ibu Kota Jakarta ke Kalimantan Timur (dilihat dari aspek Filosofis, Sosiologis, Politik-Hukum dan Pertahanan) serta Efek Jangka Panjang Bagi Bangsa Indonesia”
Oleh
BidangHukum dan HAM


    Bidang Hukum dan HAM HMI Komisariat Karnoto Zarkasyi mengadakan Diskusi Umum “Pemindahan Ibu Kota Jakarta ke Kalimantan Timur (dilihat dari aspek Filosofis, Sosiologis, Politik-Hukum dan Pertahanan) serta Efek Jangka Panjang Bagi Bangsa Indonesia” pada Selasa, 10 September 2019 atau bertepatan pada 10 Muharam 1441H Pukul 13.00 WIB. Adapun pemateri pada diskusi umum kali ini adalah Bapak Ali GenoB., M.A.HK. selaku Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga.
    Kegiatan ini mendapat tanggapan yang sangat responsive. Dihadiri oleh Kader beserta Ketua Umum HMI Karnoto Zarkasyi, Ketua Umum HMI Cabang Salatiga, Pengurus HMI Cabang Salatiga dan Kader GMNI Salatiga. Semaraknya diskusi membuat forum semakin seru. Pemateri yang berlatarbelakang Hukum sangat cocok untuk pembahasan kali ini.
    Jika dirangkum, setidaknya ada empat faktor dalam Pemindahan Ibu Kota Jakarta ke Kaltim. Yang pertama adalah faktor modal. Dalam pemindahan Ibu Kota, Pemerintah harus mempersiapkan infrastruktur, melihat sektor pertumbuhan ekonomi dan hubungan geo-politik Indonesia dengan negara lain.
    Faktor yang kedua dengan adanya pemindahan Ibu Kota adalah akan melahirkan  dinamika sosial yang baru. Pusat pemerintahan dan pusat bisnis yang awalnya berpusat pada Jakarta akan mengalami pergeseran. Yakni pusat pemerintahan yang dipindah ke Kalimantan Timur dan pusat bisnis masih ditempatkan di Jakarta.
    Faktor yang ketiga adalah pengaruh politk perang dagang Amerika dan China. Kedua negara yang sangat berpengaruh di dunia ini mencoba menyusun arah pergerakan import produk ke Indonesia. Dan faktor yang keempat adalah kondisi keamanan Indonesia yang belum memadahai dalam pemindahan Ibu Kota.
Pemindahan Ibu Kota ini tentunya berefek pada tidak lakunya pusat industri yang ada di Jakarta meskipun salah satu tujuannya dalah untuk memperbaiki kondisi lingkungan dari Jakarta yang dianggap sudah tidak layak dijadikan Ibu Kota lagi. Kontroversi memang selalu muncul dalam setiap kebijakan. Pemindahan Ibu Kota memang memiliki konsep jangka panjang yang sangat bagus. Namun belum pada momentum yang tepat. Masih banyak permasalahan prioritas sosial yang belum diselesaikan.
    Pemindahan Ibu Kota ini harus menstabilkan ekonomi, mata uang (rupiah), meningkatan daya bel masyarakat. Harus memiliki modal yang memadahi dan yang paling penting adalah komitmen program pemindahan yang harus berkelanjutan. Jika perlu dibuatkan Undang-Undang yang mengatur tentang keberlanjutan pemindahan Ibu Kota Jakarta ke Kaltim.


Comments

Popular posts from this blog

PERAN KOHATI DALAM DINAMIKA KEPEREMPUANAN Oleh Riza Puspita Sari  (Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan)     Berilah aku seribu pemuda maka akan ku guncangkan dunia (Bung KArno). Dapat dipahami bersama bahwa peran pemuda sangat berpengaruh terhadap kemajuan bangsa terutama peran dari mahasiswa di Indonesia. Para mahasiswa milenial dituntut untuk dapat berpikir jangka panjang perihal masa depan bangsa. Sang pendidik bangsa  dituntut untuk dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang bermartabat. Semua itu tidak terlepas dari peran perempuan.    Perempuan adalah tiang negara, bila kaum perempuannya baik (berahlak karimah) maka negaranya baik dan bila perempuannya rusak (amoral) maka rusaklah negara itu (Syair Arab). Hal ini berkenaan sebagaimana peran yang dimiliki perempuan yaitu peran sebagai ibu, anak dan anggota masyarakat. Perempuan sebagai seorang ibu berperan  sebagai madrasah awaliyah seorang anak dimana seorang ibu dituntut untuk da...
Menilai sebelum mencoba? Oleh  Pengurus Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan Terbinanya Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung Jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. (tujuan hmi)  Ayahanda lafran pane(pendiri HMI) pernah berkata” ilmu dan amal kita kerjakan, dunia akhirat kita perjuangkan”, kata kata singkat yang sudah mampu mewakili tujuan hmi.  Sejak berdirinya pada tahun 1947, HMI telah mampu melewati seleksi zaman yang sewaktu waktu bisa melenyapkan kiprahnya di bangsa ini, bagaimana tidak pki yang saat itu jaya, sangat berkeinginan keras untuk memusnahkan hmi, karna di anggap menjadi batu sandungan dalam setiap pergerakannya, namun atas ijin allah swt. Dan kerja keras para pejuang yang hidup di hmi, Semua itu mampu di lewatinya.  Zaman yang terus berjalan mengikuti apa yang telah al qur,an kabarkan, sampailah pada zaman ini, dimana selain kebudayaannya yang ikut berubah, ...